Langsung ke konten utama

Mengadu Nasib Di Perantauan

Feature yang amat singkat ini tidak didapat dengan mudah. Tidak pula dengan upaya yang luar biasa. Tetapi dari feature ini, saya belajar bagaimana seorang jurnalis dalam membuat karya jurnalistik benar-benar memahami dunia jurnalistik. Dari mulai jurnalisme itu sendiri hingga hal-hal yang bersifat teknis.

Ada pengalaman yang ingin saya awetkan melalui tulisan ini. Kisah dimana petualangan baru dimulai. Saya ingin menyibak tirai dunia jurnalistik, jurnalime dan jurnalis itu sendiri. Berharap kedepannya dapat menjadi jurnalista yang sebenarnya.
2 Minggu berlalu setelah Diklat Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar yang di adakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa Bahana Mahasiswa Universitas Riau. 3 hari 3 malam kami para peserta dibimbing menyelami lautan ilmu jurnalistik yang tidak pernah kering dari informasi dan diam dari ambiguitas.

Ada saat-saat yang paling berkesan, dimana para peserta meliput dan memburu berita ditengah malam gulita sekitar jam 00:00. Hingga hujan turut mewarnai ekspedisi malam berburu kami. Seperti vampire yang kehausan darah. (ah lebay, kalau gini lebih pantas jadi penulis novel dari pada penulis berita wkwk).
Kami tidak sendiri, diawasi oleh para pamong yang membawa pecut. Sampai narasumber yang tepat didapat baru bisa kembali. Tidak, tidak. Saya hanya bercanda. Intinya menjadi jurnalis harus tahan banting sampai berita penting digiring ke redaksi.
Syukurlah dapat bertemu dengan pak rahmat yang menjadi figur dalam tulisan feature. Rintik hujan yang telah membasahi sekujur tubuh tanpa ampun menjadi tantangan tersendiri. Sambil berteduh dibawah terpal yang dibentangkan bapak ini. Saya mulai melakukan wawancara. Sangat kikuk dan bingung apa yang akan ditanya dan mulai dari mana. Bukan tanpa persiapan, tetapi sebab tak benar-benar memahami teknik wawancara. Wajar menurut saya, karna tidak mengikuti materi penuh terutama tentang teknik wawancara ini. Beruntung, kala itu pamong ikut bertanya. . Future yang harus mengundang human interest tidak benar-benar didapat meskipun ditemani suhunya.
Setelah hujan mulai redah, kami memutuskan untuk kembali kesarang disusul dengan peserta dan pamong kelompok lain yang juga ikut berteduh waktu itu.
Karna gerimis yang mengaburkan pandangan saat mengendarai motor. Kuputuskan untuk sedikit melaju agar lekas sampai. Lambannya motor didepanku dan bergerak menyerong. Hampir saja motor beradu bila tidak segera kurem. Menabrak pamong yang dengan kerelaan hati mengawasi sungguh tidak lucu.
Setelah anak ayam sampai disarang, mereka segera berhambura mencicit mencari makan. Tidak dengan kami, kami menyusun kata-kata dan berkisah dengan gaya jurnalis. Ada yang membuat straight news dengan lead keras. Ada yang membuat straight news dengan gaya bertutur seperti feature, Tampaknya jurnalis harus tau tujuannya menulis bukan? Hingga pukul 02.34 tulisanku rampung. Ceritanya habis nulis dan buat design kecil-kecilan untuk media kami. Aku putuskan untuk tidur karna tidak ada yang mengomandoi harus apa lagi. Ya aku rindu pulang, rindu tidur dengan tenang. Halah. Intinya tidur.

Yeeh... selanjutnya kami dipandu pimred bahana bang suryadi mahasiswa sosiologi. Bertukar pikir untuk mengeksekusi hasil dari media yang kami buat. Ada 3 kelompok waktu itu, Ink News. Kilat News. Line News. Saling melontarkan argumentasi yang menguatkan medianya dan saling mendiskusikan dimana letak keliru dari media kami. Pada umumnya letak keliru dimedia kami tersebab kondisi mata yang tidak kondusif. hahai. Sesekali diskusi itu diberikan masukan dan penjelasan lebih oleh beliau yang kami tuakan dan memang tua. (Ampun bang :D)

Jrengg jreng media kami menjadi pilihan juara diantara media lain. Hebat kru Ink News. Kak Liza anak UIN SUSKA. Kak Yuli anak Teknik Elekro dan KorLip Bintang anak Pendidikan Sejarah yang katanya diiming-imingi eskrim untuk ingin diklat ini.

Panjangan pengantarnya dari pada isi featurenya. Yasudahlah kami mesti digodok lagi biar matang dengan sempurna.  

Pada malam hari  di terangi sorot lampu jalan temaram. Di depan gedung kantor DPRD Provinsi Riau. Hujan turun dengan derasnya, disusul dengan gemuruh dan kilat yang sekilas menerangi. Seorang pria berusia 30 tahun terlihat sibuk merapikan peralatan dagangannya agar tidak dibasahi hujan yang perlahan mulai deras mengguyur. Mengikat temali agar dapat melindungi dirinya dan istri serta beberapa pengemudi motor yang singgah untuk berteduh.

Ia seorang pedagang kerak telor yang mengadukan nasibnya di Pekanbaru. Berawal dari ikut-ikutan teman sesama perantauan dari Jawa Tengah beliau memutuskan untuk merantau ke Pekanbaru. Kini Ia tinggal di jalan Pangeran Hidayat bersama istrinya. Sudah tujuh tahun beliau merantau dari tempat asalnya bernama Kebumen, Jawa Tengah.

Keahliannya dalam membuat kue-kue tradisional sebagai mata pencaharian sambilan tidak membuatnya merasa cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Sehingga Ia mencoba untuk mendapatkan peruntungan lain.  Kemudian, beliau belajar membuat kerak telor dengan pamannya yang bernama Amrin. Keahlian ini tidaklah mudah didapatkannya karna bila tidak sesuai dalam mengaduk bahannya kerak telor tidak dapat mengembang, ia mempelajari hal itu selama seminggu.

Meskipun demikian, pekerjaannya sebagai pedagang kerak telor telah dilakoninya selama 2 tahun.
Hasil penjualan kerak telorpun tidak terlalu sering diburuh pembeli. Sekitar 30 porsi yang dapat dihasilkannya dalam sehari. Pendapatannya perhari berkisar antara 400 ribu sampai 500 ribu. Total bersih dari penjualannya hanya 200 ribu dari harga kerak telor  yang seporsinya 15 ribu untuk telur ayam dan 20 ribu untuk telur bebek.

Namun penjualan yang tidak seberapa ini, kerap kali dihambat oleh kondisi cuaca yang tidak menentu serta Satpol PP  yang terkadang datang tiba-tiba mengusirnya.
“ Saya tetap bersyukur dengan hasil dari penjualan kerak telor ini” ungkap Rahmat.
Kerak telor adalah makanan khas Jakarta (Betawi) yang dibuat dengan bahan dasar telur ayam, beras, ketan putih, dan kelapa parut yang disangrai kering dengan taburan bawang goreng.

Pak Rahmat juga ditemani istrinya yang berjualan aqua dan beberapa cemilan lain disamping dagangan pak Rahmat. Istrinya tidak memiliki keahlian lain untuk membantu mencukupi kebutuhan mereka. Bergantung kepada keahlian suami dan membantu pekerjaan suaminya. Pak Rahmat dan istrinya hanya berjualan di tempat ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Story Of MERDEKA

Selamat hari kemerdekaan negara indonesia yang ke 70th Indonesiaku tercinta  Puisi untuk Indonesia : Indonesiaku tercinta emas dan perak berlimpah ruah tak setitikpun kau sisahkan untuk mereka yang sengsara kekayaan hutanmu sangat melimpah tak sebatang kayupun kau berikan untuk bangun sekolah mereka yang putus sekolah tak punya biaya ikan, udang, dan terumbu karang yang indah sama sekali tak bisa hiasi perut-perut lapar peminta-minta (boleh lanjutin dicomment    ) Sudah 70th merdeka slogan/ mottonya "gerakan nasional 70th indonesia merdeka -Ayo kerja!- " yaelah kemana aja nesia nesia (sapaan akrab untuk indonesia) yang lain udah pergi ke bulan yang lain udah buat robot yang lain udah berkarya! Indonesia masih Ayo kerja! jadi buruh bukan jadi pesuruh :v , backsound: "ganti dong ganti dong! jadi ayo berkarya!" yaa boleh sii slogannya "Ayo kerja!" tapi jangan pasang poto soekarno sama hatta dong! pasang poto petani sama buruh diindonesi...

Contoh Laporan Hasil Analisis Teks Eksplanasi - Awan Cumulonimbus

        Contoh Laporan Hasil Analisis Teks Eksplanasi- Awan Cumulonimbus - Beberapa hari yang lalu Indonesia sempat digemparkan oleh berita jatuhnya pesawat QZ8501 , setelah ditinjau lebih lanjut salah satu penyebabnya adalah awan berbahaya yang disebut dengan awan cumulonimbus, menurut pengetahuan para ahli awan cumulonimbus ini dapat membahayakan pesawat karna memiliki muatan listrik yang sangat besar yang akan merusak bagdan pesawat.      Karna hal itu, berhubungan dengan tugas bahasa Indonesia yaitu membuat Contoh laporan hasil analisis teks eksplanasi saya memiliki ide untuk mengambil ide ini. Melalui searching sana-sini tentang jatuhnya pesawat QZ8501 berikut dengan penyebabnya maka rampunglah tugas bahasa indonesia saya dengan judul Laporan Hasil Analisis teks Eksplanasi - Awan Cumulonimbus. Jika teman-teman ingin melihatnya, silahkan melihatnya  disini.  Lihat juga  Contoh Makalah Novell Netware     Lalu jangan...

Jawaban Soal Pemrograman Dasar Lanjutan 11-20

Ini lanjutan dari Jawaban Soal Pemrograman Dasar Lanjutan yang 1-10 jangan lupa tempelin komentarmu diblogku okeee! 11.Aturan penulisan algoritma yang benar adalah sebagai berikut ... a.Judul, Deskripsi, Deklarasi b.Deskripsi, judul, deklarasi c.judul,deklarasi,deskripsi d.deklarasi, deskripsi, judul e.deklarasi judul , deskripsi 12.Perintah writeln dalam pascal berfungsi untuk... a.membaca karakter b.menghitung karakter c.menjumlahkan karakter d.menampilkan informasi kelayar d.memberi warna pada text\ 13.Operator +, -, /, mod, * , termasuk dalam kategori operator ? a.operator penugasan b.operator logika c.operator string d.operator aritmatika e.operator pengulangan 14.operator = (sama dengan), termasuk dalam kategori operator ? a.operator penugasan b.operator logika c.operator string d.operator aritmatika e.operator pengulangan 15.Perintah yang berguna untuk mendefinisikan suatu type yang akan dimasukkan ke dalam suatu variabel adalah... a.type b.c...