Langsung ke konten utama

Postingan

Apakah bahagia itu minimalis?

Kata orang bahagia itu sederhana. Bahagia apabila bisa berkumpul bersama keluarga besar saat lebaran tiba. Bahagia itu apabila bisa makan rempeyek didalam kaleng Kong Ghuan buatan nenek tercinta. Bahagia itu apabila bisa minum-minuman bersoda yang sudah dikocok lama sama keponakan jahil. Dan muncrat mengotori baju raya tahun jebot.  Bahagia itu apabila tetap bisa mendengar pertanyaan dari Om Tante “Sudah selesai kuliahnya?” dan bisa jawab “Belum tante masih berjuang nulis tugas akhir yang entah kapan berakhir” Sembari tertawa “hehe” dengan suara parau sedikit merintih. “Itu anak si A udah lama selesai. Cepat selesaikan ya”. Bahagia itu bila bisa menjawab pertanyaan Om “Kapan nih kamu nikah? Sudah pantes” dengan jawaban “Mei Om, Meibi Yes. Meibi No. Mungkin sebelas purnama lagi Tiwi kebal om ditanya begitu” Coba kamu tanya gini sama om kamu ya. Haa.. Om kapan nih nikah lagi, kan masih ada 3 slot gak ada rencana ...

Solusi Corona : Islam atau kapitalisme?

Pada tulisan sebelumnya Saya memaparkan masalah terkait Corona dan peran pemerintah yang dinilai lamban dalam menghadapi hal ini. Sebenarnya masih banyak masalah-masalah baru yang akan terus berdatangan karena wabah covid 19. Salah satu yang akan berdampak luas karena  sekedar melakukan himbauan social distancing sebagai solusi, yang berdampak terjadi dalam sektor ekonomi. Kita ketahui bersama dolar sudah menyentuh angka 16k ditengah gempuran wabah, ditambah lagi serangan virus demam berdarah.. belum lagi sikap abai kita sebagai individu terhadap potensi masalah yang akan mengganggu eksistensi kita. ambyaarlahhh seantero negeri karena ini. Belum lagi permasalahan pendidikan yang berjalannya kurang efektif melalui e-learning. Lebih ambyaarlahhh lagi, kita yang harusnya sidang skripsi terhambat dalam rangka mencegah kurva pasien positif meningkat. Jadi curhat. Iya benar-benar ambyaarlahhh kita karena ketidaksiapan, kelalaian dan senantiasa berangan-angan 'ah tidak mungkin covid 19 ma...

Pandemi, Kapitalis dan Kita. Dapatkah tetap survive?

Saya melihat sebuah potongan video. Pada video itu presiden indonesia 2020 berbicara perihal dana yang dimiliki Indonesia. Menurut saya bombastis sekali hingga 11 T. Dengan dana sebanyak itu, harusnya negara siap menghadapi pandemi covid 19 dengan segala resikonya. Secara cepat tanggap menerapkan sistem lockdown. Apakah sudah diterapkan tes Corona kepada warga yang mungkin terpapar atau bersinggungan langsung dengan pasien positif covid 19? Sebanyak mungkin? Seperti yang dilakukan oleh korsel yaitu pemeriksaan covid 19  kepada 19.000 warganya. Sebab presiden kita menyebutkan loh dana yang dimiliki Indonesia sekarang sebanyak 11 T. Kalau sudah kabari saya yaaa. Bukan malah menyepelekan pandemi ini. Sebagaimana yang kita lihat di media-media,  ada beberapa pejabat publik yang mengeluarkan statement remeh diawal pandemi ini. Katanya sih strategi untuk tetap membuat masyarakat tenang dan tidak panik. Katanya juga untuk menghindari resiko lain yang lebih besar lagi seperti pani...