Langsung ke konten utama

Postingan

Solusi Corona : Islam atau kapitalisme?

Pada tulisan sebelumnya Saya memaparkan masalah terkait Corona dan peran pemerintah yang dinilai lamban dalam menghadapi hal ini. Sebenarnya masih banyak masalah-masalah baru yang akan terus berdatangan karena wabah covid 19. Salah satu yang akan berdampak luas karena  sekedar melakukan himbauan social distancing sebagai solusi, yang berdampak terjadi dalam sektor ekonomi. Kita ketahui bersama dolar sudah menyentuh angka 16k ditengah gempuran wabah, ditambah lagi serangan virus demam berdarah.. belum lagi sikap abai kita sebagai individu terhadap potensi masalah yang akan mengganggu eksistensi kita. ambyaarlahhh seantero negeri karena ini. Belum lagi permasalahan pendidikan yang berjalannya kurang efektif melalui e-learning. Lebih ambyaarlahhh lagi, kita yang harusnya sidang skripsi terhambat dalam rangka mencegah kurva pasien positif meningkat. Jadi curhat. Iya benar-benar ambyaarlahhh kita karena ketidaksiapan, kelalaian dan senantiasa berangan-angan 'ah tidak mungkin covid 19 ma...

Pandemi, Kapitalis dan Kita. Dapatkah tetap survive?

Saya melihat sebuah potongan video. Pada video itu presiden indonesia 2020 berbicara perihal dana yang dimiliki Indonesia. Menurut saya bombastis sekali hingga 11 T. Dengan dana sebanyak itu, harusnya negara siap menghadapi pandemi covid 19 dengan segala resikonya. Secara cepat tanggap menerapkan sistem lockdown. Apakah sudah diterapkan tes Corona kepada warga yang mungkin terpapar atau bersinggungan langsung dengan pasien positif covid 19? Sebanyak mungkin? Seperti yang dilakukan oleh korsel yaitu pemeriksaan covid 19  kepada 19.000 warganya. Sebab presiden kita menyebutkan loh dana yang dimiliki Indonesia sekarang sebanyak 11 T. Kalau sudah kabari saya yaaa. Bukan malah menyepelekan pandemi ini. Sebagaimana yang kita lihat di media-media,  ada beberapa pejabat publik yang mengeluarkan statement remeh diawal pandemi ini. Katanya sih strategi untuk tetap membuat masyarakat tenang dan tidak panik. Katanya juga untuk menghindari resiko lain yang lebih besar lagi seperti pani...

Kutinggalkan OPPA untuk menemuimu AKHI

Dalam apresiasi sastra dijelaskan bahwa sastra itu memuat "ajaran". Dalam iklan- komunikasi massa juga memuat "ajaran" untuk menggunakan produk-produk yang diiklankan. (Menjaring banyak konsumen) Baik sastra maupun iklan secara tidak langsung mempengaruhi alam bawah sadar untuk kita memanipulasikannya menjadi karakter diri. Mengutip ungkapan yang lumayan Mahsyur dikalangan penikmat akal sehat. Ialah Joseph Goebbels, sering dijuluki Bapak Propaganda Modern karena pemikiran yang mengatakan ungkapankanlah kebohongan berulangkali maka akan jadi kebenaran yang dipercayai. Ternyata tak jauh berbeda dengan Adolf Hitler pemimpin NAZI. "Pengulangan membuat sesuatu menjadi nyata. Adolf Hitler menulis hearts otobiografinya bahwa JIKA Kebohongan diulangi Beroperasi Terus-menerus, Maka Pikiran Manusia akan mempercayainya. Kebohongan pun diterima sebagai kebenaran. Pengulangan adalah metode hipnosis. Apa yang diulangi akan terus-menerus terukir pada dirimu. Inilah yang m...